Perilaku tercela
Hasad
Berasal dari kata “Hasada” yang artinya niat buruk. Jadi, hasad adalah niat buruk/prasangka buruk yang akan dilakukan dari hatinya karena merasa tidak senang dengan nikmat yang Allah berikan kepada orang lain.Seseorang yang memiliki sifat hasad akan menghilangkan pahala atau kebaikan yang telah dilakukannya. Akibat negatif sifat Hasad:
1. Membenci anugerah Allah.
2. Tidak rela menerima pembagian karunia Allah.
3. Pelit terhadap pemberian Allah.
Mengikuti pengaruh iblis. (na’uzubillahimin dzalik… )
Ada beberapa cara menghindari Sifat Hasad, diantaranya :
1. Selalu meningkatkan iman kepada Allah
2. Berupaya meningkatkan ketakwaan kepada Allah
3. Mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada kita.
4. Meningkatkan sifat qanaah
5. Menyadari kedudukan harta dan jabatan dalam kehidupan manusia di dunia
Riya
Riya menurut arti bahasa “ melihat “ karena ketika berbuat, selalu berusaha agar dilihat dan diperhatikan orang lain untuk mendapat pujian. Adapun riya menurut istilah adalah sikap atau tindakan seseorang mengerjakan amal ibadah ia selalu ingin dilihat dan dipuji oleh orang. Jadi, riya adalah melakukan amala saleh atau ibadah dengan niat karena selain Allah, ingin dilihat atau dipuji oranglain. Sifat Riya yang berlebihan dapat menyebabkan takabbur.
1.
Macam – macam riya
Riya dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
1. Riya niat, yaitu sejak semula perbuatan yang dilakukannya sudah diniatkan terlebih dahulu.
2. Riya dalam perbuatan yaitu riya yang dilakukan oleh seseorang ketika sedang melaksanakan suatu perbuatan.
2. Bahaya riya
Bahaya riya terhadap diri sendiri
a. Selalu muncul ketidakpuasan terhadap apa yang didapat
b. Jiwa akan terganggu terhadap keluh kesah yang tidak hentinya.
c. Muncul rasa hampa dan senantiasa gelisah ketika berbuat sesuatu
Bahaya Riya dalam Q.S Al- Baqarah : 264:
Yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”
Zalim
Zalim berasal dari kata “zalama” yang artinya “aniaya”.Sifat zalim ini dapat berakibat menjatuhkan martabat sendiri dan merugikan oranglain.
Bentuk-bentuk Zalim
Zalim kepada Allah, tidak mau mengikuti perintah-perintah Allah.
Zalim kepada oranglain, memperkosa kenikmatan atau harta benda atau berbuat semena-mena terhadap oranglain.
Zalim kepada hewan, memperlakukan hewan secara tidak islami.
Bahaya Zalim:
1. Merugikan kehidupan sendiri di dunia maupun di akhirat.
2. Memperoleh azab dari Allah.
3. Mendapat siksaan Allah di akhirat.
4. Amal perbuatannya sia-sia di sisi Allah.
Deskriminasi
Yaitu pengucilan atau pengelompokka terhadap suatu kelompok berdasarkan ras, suku, agama, status sosial, ekonomi, dll. “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al Hujarat : 13)”
CARA MENJAUHI SIKAP TERCELA
Beberapa cara untuk menjauhi sikap tercela, diantaranya :
1. Melakukan ibadah kepada Allah
2. Mensyukuri semua nikmat Allah
3. Mempererat tali persaudara
4. Berdoa dan bertawakal kepada Allah