assalamualaikum . selamat datang di blog saya , terimakasih atas kunjungan nya ...

Kamis, 20 Oktober 2011

Medan Dukung Blogger Nusantara

"Medan Dukung Blogger Nusantara"

Haii sobat blogger….
Pasti kalian tau kan tentang blog…???
Dan juga pasti pernah ngeblog kan…???

Oiiaa…
Kita selaku warga negara Indonesia dan sebagai seorang pelajar yang khususnya tinggal di kota Medan. Harus mendukung Blogger Nusantara.. Tidak hanya untuk para pelajar saja, tetapi juga untuk seluruh warga kota Medan khususnya harus mendukung Blogger Nusantara ini..

Oiiaa sobat blogger…
Dan dalam waktu dekat ini  Blogger Nusantara akan mengadakan event..
Sekilas tentang Blogger Nusantara yaitu tempat atau wadah pemersatu blogger - blogger di Indonesia. Kembali ke event, Blogger Nusantara akan mengadakan event yang di namakan Kopdar 1000 Blogger Nusantara.

Wow…Dari nama event tersebut kita bisa bayangkan dalam suatu tempat akan dihadiri 1000 blogger dari sabang sampai merauke akan berkumpul di Sidoarjo yang menjadi tuan rumah event ini.. 
Pasti bakalan ramai banget tuh sobat blogger..

Event ini mungkin menjadi event blogger terbesar di Indonesia. Disana para blogger saling sharing berbagi ilmu dan yang paling  utama saling mengikat tali silaturahmi..

Salam blogger..!!!

Kamis, 05 Mei 2011

DESENTRALISASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAB 6


DAKWAH RASULULLAH SAW. PERIODE MADINAH


A. SEJARAH DAKWAH RASULULLAH SAW. PERIODE MADINAH

1.     Hijrah Ke Madinah

Pada tahun 621 M,10 orang Khazraj dan dua orang suku Aus menemui Nabi Muhammad, di Aqabah. Mereka menyatakan diri masuk islam dan melakukan baiat kepada Nabi Muhammad. Peristiwa ini disebut Baiatul Aqabah yang pertama. Pada musim haji yang berikutnya 622 M sebanyak 75 orang rombongan haji dari Madinah menemui Nabi Muhammad di Aqabah. Mereka mengajak Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Pada waktu itulah terjadi Baiatul Aqabah yang kedua. Baiatul Aqabah yang kedua berisi kesanggupan mereka untuk :
1.     Mendengar dan menaati Nabi Muhammad baik dalam keadaan semangat maupun malas
2.     Menafkahkan harta baik dalam keadaan mudah maupun sulit
3.     Melakukan amar ma’ruf nahi mungkar
4.     Tetap tabah menghadapi celaan kaum kafir
5.     Melindungi Nabi Muhammad sebagaimana mereka melindungi diri dan keluarganya, yang dengan itu mereka akan mendapatkan surga

2.     Dakwah Rasulullah di Madinah

Nabi Muhammad diutus Allah swt. Untuk seluruh umat manusia, bukan hanya untuk orang Arab saja. Allah swt. berfirman dalam surah Al – Anbiya; : 107
Yang artinya “ Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.

Dakwah Rasulullah periode Madinah berlangsung selama sepuluh tahun, semenjak tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama hijrah dengan wafatnya Rasulullah tanggal 13 Rabiul Awaal tahun ke 11 hijrah. Materi dakwah yang disampaikan pada periode Madinah terkandung dalam 25 Surah Madaniyah dan hadits yang umumnya ajaran agama islam tentang masalah – masalah kemasyarakatan.

3.     Dakwah Islamiah keluar Jazirah Arabiah

Rasulullah menyeru umat manusia diluar jazirah Arabia agar memeluk agama islam, dengan jalan mengirimkan surat dakwah kepada para penguasa mereka. Di antara penguasa Negara yang dikirimi surat dakwah Rasulullah itu dalah :
1.     Heraclius, Kaisar Romawi Timur
2.     Muqauqis, Gubernur Romawi di Mesir
3.     Syahinsyah, Kaisar Persia

B. STRATEGI  DAKWAH RASULULLAH PERIODE MADINAH
  
                Pokok – pokok pikiran yang dijadikan strategi dakwah Rasulullah periode Madinah antara lain :

1.     Berdakwah itu hukumnya wajib bagi Rasulullah dan umatnya.
2.     Berdakwah dilandasi niat ikhlas karena Allah swt. semata
3.     Cara melaksanakan dakwah sesuai dengan petunjuk Allah swt.
4.     Berdakwah dimulai dari diri sendiri.

Beberapa usaha yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw :

1.     Membangun masjid.
2.     Mempersaudarakan kaum Anshar dan Muhajirin.
3.     Menyusun dustur ( undang – undang )
4.     Rintangan Dakwah Rasulullah saw.

Desentralisasi Pendidikan Agama Islam BAB 5

Infak
Ialah memberikan sesuatu atau sumbangan ,harta serta lainnya untuk jalan kebaikan .

Zakat
Yaitu memberikan sebagian harta kita dengan tujuan untuk membersihkan
sebagian harta kita yang lain dan diberikan kepada orang yang berhak menerimanya.
Macam-macam zakat:
1.    zakat fitrah
Yaitu zakat yang wajib dibayarkan menjelang idul fitri.

Syarat – syarat wajib zakat:
Orang yang mengeluarkan zakat beragama Islam.
Nisabnya 2,5 kg.
Diwajibkan kepada seluruh umat Islam.
Waktunya, dari tgl 1 Ramadhan sampai khatib berdiri untuk memulai ceramah.
2. Zakat Harta
   Yaitu zakat yang dikeluarkan dalam bentuk harta.
    Jenis – jenisnya:
    Emas dan perak
    Hewan ternak
    Harta perdagangan
    Hasil tanaman dan buah – buahan
    Harta Rikaz dan ma’adin.

HAJI
Yaitu sengaja mengunjungi Ka’bah dengan maksud menjalankan rukun islam yang ke 5 untuk mendapatkan Ridho Allah S.W.T.
Syarat – syaratnya:
Beragama Islam
Baligh
Sehat Jasmani
Tidak ada kekurangan dalam keluarga dan orang sekitar

wakaf
Berasal dari bahasa arab yang artinya pemindahan.
Wakaf  yaitu memindahkan tanggung jawab serta pengelolaannya kepada masyarakat untuk dipergunakan dalam kepentingan umat Islam.

Syarat – syarat wakaf:
Harta wakaf harus diserahkan selama – lamanya.
Harta wakaf tidak boleh ditarik kembali.
Hendaklah  jelas kepada siapa diwakafkan.
Hikmah wakaf:
Menumbuhkan solidaritas pada sesama.
Membantu program pengentasan kemiskinan.
Menumbuhkan pengembangan dakwah islam dalam berbagai bidang sosial, ekonomi pendidikan, dll.


Desentralisasi Pendidikan Agama Islam BAB 4



Perilaku tercela
Hasad
Berasal dari kata “Hasada” yang artinya niat buruk. Jadi, hasad adalah niat buruk/prasangka buruk yang akan dilakukan dari hatinya karena merasa tidak senang dengan nikmat yang Allah berikan kepada orang lain.Seseorang yang memiliki sifat hasad akan menghilangkan pahala atau kebaikan yang telah dilakukannya. Akibat negatif sifat Hasad:
1.         Membenci anugerah Allah.
2.        Tidak rela menerima pembagian karunia Allah.
3.         Pelit terhadap pemberian Allah. 
              Mengikuti pengaruh iblis. (na’uzubillahimin dzalik… )                                        

Ada beberapa cara menghindari Sifat Hasad, diantaranya :
1.     Selalu meningkatkan iman kepada Allah
2.     Berupaya meningkatkan ketakwaan kepada Allah
3.     Mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada kita.
4.     Meningkatkan sifat qanaah
5.     Menyadari kedudukan harta dan jabatan dalam kehidupan manusia di dunia
Riya

Riya menurut arti bahasa “ melihat “ karena ketika berbuat, selalu berusaha agar dilihat dan diperhatikan orang lain untuk mendapat pujian. Adapun riya menurut istilah adalah sikap atau tindakan seseorang mengerjakan amal ibadah ia selalu ingin dilihat dan dipuji oleh orang. Jadi, riya adalah melakukan amala saleh atau ibadah dengan niat karena selain Allah, ingin dilihat atau dipuji oranglain. Sifat Riya yang berlebihan dapat menyebabkan takabbur.
1.       
        Macam – macam riya

Riya dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
1.     Riya niat, yaitu sejak semula perbuatan yang dilakukannya sudah diniatkan terlebih dahulu.
2.     Riya dalam perbuatan yaitu riya yang dilakukan oleh seseorang ketika sedang melaksanakan suatu perbuatan.


2.       Bahaya riya
Bahaya riya terhadap diri sendiri
a.     Selalu muncul ketidakpuasan terhadap apa yang didapat
b.     Jiwa akan terganggu terhadap keluh kesah yang tidak hentinya.
c.     Muncul rasa hampa dan senantiasa gelisah ketika berbuat sesuatu
Bahaya Riya dalam Q.S Al- Baqarah : 264:
Yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”

Zalim
Zalim berasal dari kata “zalama” yang artinya “aniaya”.Sifat zalim ini dapat berakibat menjatuhkan martabat sendiri dan merugikan oranglain.

Bentuk-bentuk Zalim
Zalim kepada Allah, tidak mau mengikuti perintah-perintah Allah.
Zalim kepada oranglain, memperkosa kenikmatan atau harta benda atau berbuat semena-mena terhadap oranglain.
Zalim kepada hewan, memperlakukan hewan secara tidak islami.

Bahaya Zalim:
1.       Merugikan kehidupan sendiri di dunia maupun di akhirat.
2.     Memperoleh azab dari Allah.
3.     Mendapat siksaan Allah di akhirat.
4.     Amal perbuatannya sia-sia di sisi Allah.

Deskriminasi
Yaitu pengucilan atau pengelompokka terhadap suatu kelompok berdasarkan ras, suku, agama, status sosial, ekonomi, dll. “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al Hujarat : 13)”

CARA MENJAUHI SIKAP TERCELA
Beberapa cara untuk menjauhi sikap tercela, diantaranya :
1.       Melakukan ibadah kepada Allah
2.       Mensyukuri semua nikmat Allah
3.       Mempererat tali persaudara
4.       Berdoa dan bertawakal kepada Allah

Rabu, 04 Mei 2011

BAB 3 PERILAKU TERPUJI

DESENTRALISASI TUGAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
BAB 3     berperilaku terpuji

a. adab berpakaian
 1) kriteria pakaian menurut islam
- menutup seluruh tubuh selain yang dikecualikan
- tidak berfungsi sebagai hiasan mereka
- kain harus tebal, bukan kain tipis yang tembus pandang
- harus longgar, tidak di perbolehkan menggunakann pakaian ketat.
- tidak diberi parfum atau wewangian
- tidak menyerupai pakaian orang kafir
- tidak berdasarkan mode / trend.

  2) tujuan berpakaian
- untuk menutup aurat
- untuk memelihara diri dari panas dan bahaya lainnya.
- untuk beribadah kepada allah swt.
- menghindari godaan setan
- dikenal sebagai muslim/muslimah.


b. adab berhias
  Tata krama dan cara berhias menurut islam adalah sebagai berikut :
- anjuran untuk memotong kuku, memendekkan kumis , menyisir rambut.
- memakai harum-haruman ( bagi laki-laki) dan larangan bagi perempuan
- larangan mencukur rambut kepala hanya sebagian.
- larangan menyambung rambut (bagi wanita)
- larangan membuat tato,merenggangkan gigi, serta mencukur alis
- larangan menjulurkan pakaian sampai menyentuh tanah karena sombong
- tidak diperbolehkan bagi wanita memakai kutek
- makruh bagi wanita untuk memperlihatkan perhiasan yang dipakainya


c. adab bertamu & menerima tamu
  1) tata krama dan cara bertamu
- harus mempunyai niat dan maksud yang baik
- memerhatikan waktu
- berpakaian yang sopan
- bertutur kata sopan dan bersikap ramah
- jika harus menginap, jangan sampai lebih dari tiga hari karena dapat merepotkan tuan rumah
- mengucapkan salam kepada tuan rumah
- baru masuk & dudk setelah dipersilahkan tuan rumah

  2) menghormati tamu
- sambutlah setiap tamu yang datang dengan sikap ramah dan penuh hormat.
- tampak kegembiraa hati atas kedatangannya
- ciptakan suasana keakraban & persaudaraan yang ikhlas dan semarak
- berikan suguhan makanan dan minuman .
- ketika berbicara tanyalah beberapa pertanyaan yang tidak menyinggung kedatangannya
- jika tamu akan pulang,ucapkan terima kasih atas kunjungannya.


d. adab bepergian
- rencanakan tempat tujuan serta hal hal apa saja yg diperlukan selama di perjalanan
- beresilah keadaan rumah
- memberitahukan kepada tetangga terdekat
- keluar rumah dengan membaca doa
- hendaknya membaca doa untuk yang ditinggalkan
- ketika telah sampai dirumah, hendaknya membaca doa

BAB 2 IMAN KEPADA MALAIKAT

DESENTRALISASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
BAB 2 IMAN KEPADA MALAIKAT

IMAN KEPADA MALAIKAT
     Bagaimanakah kedudukan iman kepada malaikat dalam Islam ? Perhatikan hadits berikut.“ Pada suatu hari, Rasulullah saw. Muncul diantara kaum muslimin. Lalu datang seorang laki – laki dan bertanya : Wahai Rasulullah, apakah Iman itu ? Rasulullah menjawab : Engkau beriman kepada Allah, malaikat – malaikat  Nya, kitab – kitab Nya, pertemuan denganNya, rasul – rasulNya dan kepada hari berbangkit….” (Shahih Muslim No. 10 ).

Pengertian Iman kepada Malaikat
     Kata malaikat adalah jamak dari malakun yang artinya utusan. Malaikat adalah makhluk gaib, yang asal kejadiannya dari nur ( cahaya ). Mereka memiliki akal dan tidak memiliki nafsu. Oleh karena itu, mereka senantiasa patuh kepada Allah swt. Serta tidak pernah mendurhakai-Nya.
    Iman kepada malaikat artinya percaya bahwa malaikat adalah makhluk gaib, yang asal kejadiannya dari nur                    ( cahaya ).
    Jumlah malaikat tak terhingga banyaknya dan hanya Allah yang mengetahuinya. Dalam Al – Qur’an disebutkan : “Dan tidak ada yang mengetahui malaikat Tuhanmu, melainkan Dia sendiri” ( Al – Muddassir : 31 ).

Nama – nama Malaikat dan Tugasnya
    
   Jumlah malaikat sangat banyak ( QS. Al – Muddassir : 31 ), bahkan mencapai jutaan, tetapi yang wajib diketahui dan diimani ada sepuluh.
a.       
            Malaikat Jibril
Malaikat Jibril adalah penghulu para malaikat yang bertugas sebagai perantara untuk menyampaikan wahyu kepada para nabi atau rasul dengan kehendak Allah swt. ( QS. Maryam : 64 )
b.      
c.       Malaikat Izrail
Malaikat Izrail bertugas mencabut ruh ( nyawa ) semua makhluk, termasuk ruh para malaikat itu sendiri.
d.      
e.       Malaikat Mikail
Malaikat Mikail bertugas memberi kemudahan atau rezeki kepada seluruh makhluk Allah swt. Khususnya manusia.
f.       
g.        Malaikat Israfil
Malaikat Israfil bertugas meniup sangsakala pada saat menjelang hari kiamat dan menjelang manusia di bangkitkan.
h.      
i.          Malaikat Raqib
Malaikat Raqib bertugas mencatat segala ucapan dan amal kebaikan manusia.
j.       
k.        Malaikat Atid
Malaikat Atid bertugas mencatat segala ucapan dan amal jahat manusia sekecil apapun. ( QS. Qat : 18 )
l.       
m.      Malaikat Mungkar dan Malaikat Nakir
Bertugas mengadili dan menanyai di dalam kubur terhadap apa yang telah dilakukan manusia pada masa hidup di dunia.
n.      
o.       Malaikat Malik
Malaikat Malik bertugas menjaga neraka . ( QS. At – Tahrim : 6 ).
p.      
q.        Malaikat Ridwan
Malaikat Ridwan bertugas menjaga surga . ( QS. Al – Baqarah : 25 )

Fungsi Iman kepada Malaikat
a.     Memurnikan dan membebaskan diri dari perbuatan – perbuatan syirik.
b.     Membawa kesadaran kepada umat islam bahwa Yang Maha Kuasa semata – mata hanya lah Allah swt.
c.     Mendorong seseorang untuk melakukan hal yang terbaik dan berlomba – lomba dalam kebaikan

Selasa, 03 Mei 2011

BAB 1 DEMOKRASI

DESENTRALISASI DEMOKRASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Islam adalah agama yang sempurna. Allah telah menegaskannya dalam wahyu terakhir - Nya pada Rasulullah saw. yaitu Surah Al - Maidah : 3 yang artinya :
"..........Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku - cukupkan kepadamu nikmat - Ku, dan telah Ku - ridai Islam itu jadi agama bagimu........"
Termasuk dalam kesempurnaan islam adalah disyariatkan untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Hal itu senantiasa dicontohkan Rasulullah bersama para sahabatnya. Beliau tak segan - segan meminta dan mendengarkan pendapat para sahabatnya ketika akan memutuskan sesuatu.

A. SURAH ALI IMRAN AYAT 159

1. Bacaan Surah Ali Imran : 159
Yang Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS Ali Imran : 159)
Isi Kandungan Surah Ali Imran : 159
Allah SWT menjelaskan bahwa setiap manusia hidup di dunia tidak terlepas dari problem dan persoalan yang dihadapi. Untuk itu mereka harus dapat memecahkan masalah tersebut. Adapun cara menyelesaikan persoalan hidup dalam surat Ali Imran ayat 159 dijelaskan, harus dengan mencontoh dan mengambil teladan dari nabi Muhammad SAW yaitu dengan cara lemah lembut berdasarkan rahmat Allah SWT, setiap persoalan diselesaikan dengan jalan musyawarah.

B. SURAH ASY SYURA : 38

وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ
يُنفِقُونَ
Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

Isi Kandungan Surah Asy-Syura : 38
Dalam ayat tersebut Allah menyerukan agar umat Islam mengesakan dan mnyembah Allah SWT. Menjalankan shalat fardu lima waktu tepat pada waktunya. Apabila mereka menghadapmasalah maka harus diselesaikan dengan cara musyawarah. Rasulullah SAW sendiri mengajak para sahabatnya agar mereka bermusyawarah dalam segala urusan, selain masalah-masalah hukum yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Persoalan yang pertama kali dimusyawarahkan oleh para sahabat adalah khalifah. Karena nabi Muhammad SAW sendiri tidak menetukan siapa yang harus jadi khalifah setelah beliau wafat. Akhirnya disepakati Abu Bakarlah yang menjadi khalifah.